7/14/2013


Agung Kuswandono
Agung Kuswandono menjabat Direktur Jenderal (Dirjen) Bea Cukai dalam usia yang cukup muda, 44 tahun. Ia mengaku sempat khawatir jika suatu saat jabatan tertinggi di Bea Cukai tidak diembannya lagi meski usia produktifnya masih panjang.

"Siapa bilang nggak khawatir. Tapi jabatan itu amanah, mau sekarang diangkat, diturunkan itu biasa-biasa saja, tapi kalau diangkat, wajib bekerja sekeras-kerasnya menggunakan otaknya, talentanya untuk melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara," ujarnya ketika ditanya masa depan karirnya usai menjabat menjadi Dirjen Bea Cukai.

Hal tersebut disampaikan Agung saat berbincang dengandetikFinance di kantornya, Jalan Jend. Ahmad Yani, Jakarta, Senin (8/8/2011). Seperti diketahui, Agung yang merupakan kelahiran Banyuwangi, 29 Maret 1967 itu diangkat menjadi Dirjen Bea Cukai pada 25 April 2011.

Namun jika memang jabatan itu tidak diembannya lagi, Agung mengaku sudah mempersiapkan diri. Menurut Agung, dirinya akan beralih profesi menjadi dosen dengan bekal yang diperolehnya sekitar 20 tahun berada dalam lingkup Dirjen Bea Cukai.

"Saya jadi dirjen paling lama sampai 2014, nothing to lose, kan bisa jadi dosen di sini. Saya kan S2, jadi tidak kaget-kaget amat kalau berhenti," curhat lulusan Master of Arts-Economics University of Colorado tahun 1997 ini.


Agung pun mengaku siap jika nanti pendapatannya akan jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan saat dirinya menjabat menjadi dirjen.

"Saya itu pernah digaji Rp 300 ribu, kalau kembali ke situ (bukan dirjen lagi) ya nggak miskin-miskin amat, kan sudah ada tabungan, lagian bisa bisnis, jualan kambing. Rezeki itu sudah dikavling-kavling, tinggal nyarisaja," ujarnya sambil tertawa.

Sebagai Dirjen, Agung mengaku membawahi banyak senior namun ia mengaku diterima dengan baik. Dia pun menyadari posisinya sehingga dirinya tidak sungkan jika harus mendatangi seniornya terlebih dahulu.


"Kalau ditanya soal muda atau tua, Alhamdulillah, senior-senior saya sangat profesional bekerja sehingga sampai saat ini saya belum mengalami kesulitan untuk memasuki wilayah-wilayah para senior karena semuanya welcome. Itu merupakan suatu blessing buat saya. Bagi saya itu sudah cukup," ungkapnya.

Agung merasa dukungan dari seniornya sudah cukup. Ia merasa yang penting ada konsolidasi internal sehingga bisa tercipta suasana yang kondusif untuk semua pihak.

"Kalau merasa pimpinannya terlalu muda, maka saya yang datang ke beliau-beliau, saya kulonuwon, saya sampaikan bahwa sekarang saya ditugaskan untuk memimpin, mohon saya diberikan kesempatan memimpin Bapak-Bapak dan diterima. Alhamdulillah, tidak ada masalah sampai sekarang," tutup Agung.


Pada Maret 2007, saat menjabat Kepala Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta publik terhenyak oleh langkah Agung. Ia memerintahkan penyegelan 12 helikopter bekas milik PT Air Transport Services karena perusahaan milik Bukaka ini belum menyertakan sertifikat kelayakan dan izin Bea Cukai. Jusuf Kalla yang saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden pun sempat marah.

Tapi, lantaran jaminan kepabeanan Rp 9 miliar tak kunjung cair, heli yang digunakan oleh Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi itu tetap dibeslah. Berikut profil singkat Agung Kuswandono: 

Nama : Agung Kuswandono
Lahir : Banyuwangi, 29 Maret 1967

Karier:
Kepala Bea-Cukai Soekarno-Hatta (Januari-Mei 2007)
Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea-Cukai Tanjung Priok (Mei 2007-2008)
Pejabat Direktur Teknis Kepabeanan ( Februari 2008-2010)
Direktur Fasilitas Kepabeanan (Maret 2010-2011)

Pendidikan:
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor (1985-1990)
Universitas Colorado, Amerika Serikat (1995-1997)
Kekayaan tercatat tahun 2007: Rp 896,8 juta juta dan US$ 1.000

Gebrakan Agung:
Maret 2007 : Menyita 12 helikopter milik PT Air Transport Services milik Bukaka-perusahaan kepunyaan Wakil Presiden Jusuf Kalla-di Bandara Soekarno-Hatta.

Akhir Maret 2007 : Membeslah peti kemas berisi 36 ribu pasang sepatu merek Yonex milik PT Nagasakti Paramashoes Industry, kepunyaan Siti Hartati Murdaya, yang keluar dari kawasan berikat tanpa izin.

Pada 10 Agustus 2007: Bersama polisi menyita 8 kapal pengangkut kru pengeboran minyak lepas pantai yang tidak memiliki surat izin impor.

Akhir Oktober 2007: Menggagalkan masuknya 395 ribu tabung gas impor tak berizin dari Cina di Pelabuhan Tanjung Priok.

11 November 2007: Menahan tiga sedan supermewah-Ferrari, Lamborghini, dan Rolls-Royce-berdokumen palsu senilai miliaran rupiah di Pelabuhan Tanjung Priok.

sumber :
http://finance.detik.com/read/2011/08/10/073511/1700453/68/agung-kuswandono-sempat-was-was-pensiun-di-usia-muda

http://www.tempo.co/read/news/2011/04/25/090329792/Inilah-Profil-Direktur-Bea-Cukai-Baru-Agung-Kuswandono

0 comments:

Poskan Komentar